Sisi Lain Narkoba

Ilustrasi | sumber: gakbasicom

Narkotika dan obat-obat berbahaya sebenarnya sudah tidak asing terdengar ditelinga kita, dari setiap generasi hingga peralihan jaman, obat berbahaya ini selalu menjadi primadona bagi penggunanya. Hilang satu tumbuh seribu, setiap detik, menit, jam, hari,  minggu, bulan bahkan setiap tahun angka pengguna narkoba di Indonesia cukup meningkat.

Semua obat tentu ada fungsinya namun jika melebihi dosis akan berdampak pada penyalahgunaan yang berakibat buruk bagi kesehatan. Obat-obatan berbahaya ini biasa digunakan oleh dokter untuk penyembuhan dalam dunia medis misalnya untuk menenangkan kegelisahan pasien yang hendak dioperasi atau untuk menenangkan orang yang terkena gangguan jiwa, tentunya hanya dokter yang tahu dan bisa memutuskan apakah si pasien perlu atau tidaknya dikasih obat-obat berbahaya ini dengan dosis yang sesuai tentunya.

Maraknya penyalahgunaan narkoba yang mengakibatkan ketergantungan, kecanduan dan dapat merusak system syaraf otak pada manusia yang bisa memicu pada perubahan psikologis dan mental. Secara logika, orang yang masih sehat dan tidak terkena gangguan jiwa namun sengaja mengkonsumsi narkoba dengan dosis tinggi, menurut saya ini hal bodoh jika kita pikir dengan akal sehat.

Sengaja meracuni diri sendiri hingga merusak organ tubuh yang sangat vital yaitu otak, bagi yang sudah kecanduan ada kemungkinan bisa sembuh dari ketergantungan obat, tetapi dampak dan efek dari narkoba yang sudah merusak jaringan tubuh kita akan tetap membekas dalam jangka panjang.

Segala sesuatu yang dibuat tentu ada fungsinya bagi kesehatan, tetapi jika disalahgunakan akan merugikan diri sendiri dan orang yang berada disekitar kita. Jenis narkoba seperti Heroin yang sering disalahgunakan bagi sebagian orang berdampak pada kesehatan dengan memiliki gejala seperti:
  • Sulit tidur
  • Mata dan hidung berair
  • Mudah marah dan gelisah
  • Tremor dan kram tubuh
  • Menggigil dan berkeringat
  • Diare dan muntah
Sedangkan dampak yang dirasakan:
  • Detak jantung lemah dan sesak bernafas
  • Kerusakan paru-paru, ginjal dan hati
  • Sulit buang air besar
  • Sulit konsentras
Overdosis yang bisa menyebabkan kematian pada pusat pernafasan di otak tertekan dan lumpuh. Inginkah kita mati sia-sia akibat narkoba? Semua jawaban tergantung dari pilihan anda. Di perbudak oleh sesuatu hal yang merugikan badan dan jiwa kita, tidak sayang kah sama diri sendiri? Orang tua dengan sasah payah membesarkan kita dengan penuh suka dan duka, dari usia 0 hingga sembilan bulan berada dalam kandungan Ibu, kita di jaga nya dengan penuh kasih sayang, di beri nutrisi dengan gizi yang baik tapi setelah kita besar semua itu seolah tidak ada harganya.

Apa yang orang tua perjuangkan untuk mendapatkan yang terbaik buat kita diabaikan begitu saja, dengan sengaja kita meracuni diri sendiri membiarkan jiwa yang sehat menjadi rusak hingga menjadi pribadi yang urakan dan menjadi bahan gunjingan orang. Ketahuilah saudara-saudaraku, keburukan sifat seseorang akan lebih cepat menyebar daripada  kebaikan yang kita punya, meskipun kita sudah insyaf dari kesalahan besar yang kita buat, tetap saja keburukan dimasa lampau akan terus membekas.

Dari kecil kita sudah banyak meropatkan orang tua kita, apakah ketika kita dewasa juga akan merepotkan juga kalau kita sudah terperangkap sama yang namanya narkoba. Memulihkan orang yang kecanduan narkoba itu sangat sulit butuh proses berbulan-bulan belum lagi secara tidak langsung hati mereka (orang tua) akan sakit melihat anaknya diperbudak oleh narkoba. Lelah jiwa raga sudah pasti apalagi pandangan orang yang selalu melihat sisi buruk dari kelakuan seseorang.

Menjalani kehidupan itu tidak mudah, kita hidup di dunia hanya sesaat dan kita di dunia bukan hanya untuk enak-enakan tetapi setiap hari harus kita isi dengan sesuatu hal yang positif dan bermanfaat. Mungkin gampang saja kita berpikir, ah itu mah gimana nanti saja yang penting kita nikmatin hidup saja, Oke menurut saya gak masalah tetapi kalau diri saya pribadi sih lebih memilih nanti bagaimana bukan bagaimana nanti, selama nafas masih di kandung badan kita bisa untuk menjadi lebih baik.

Lain halnya jika sudah terbujur kaku, kita hanya bisa meratapi kekecewaan apa yang telah kita perbuat selama di dunia. Apakah kita bisa mempertanggung jawabkan semua perbuatan yang telah kita lakukan seumur hidup kita? Kelak Orang tua, teman, suami, istri atau anak kita tidak bisa membantu kita, yang membantu kita hanya buah dari kelakuan kita selama hidup di dunia yaitu amal perbuatan kita.

Sebelum semua itu terjadi menimpa kita alangkah baiknya kita berpikir jauh ke depan, jangan pernah ada kata-kata untuk coba-coba atau iseng-iseng serta ikut-ikutan dengan yang namanya narkoba, karena bukan tidak mungkin akan menjadi ketergantungan dan kecanduan narkoba, jika sudah demikian akan sulit untuk sembuh dan pulih lagi.

Berpikirlah untuk masa depan jangan kita rusak dengan kebodohan dengan memakai narkoba, masih banyak cara lain yang lebih sehat untuk menata kehidupan yang lebih baik tanpa narkoba, berbaurlah dengan lingkungan yang bisa menjadi inspirasi buat kita, salurkanlah emosional kita lewat tulisan yang bermanfaat seperti ngeblog, kita bisa tuangkan isi hati kita lewat tulisan jika kita segan atau malas bercerita sama orang lain.***

#Indonesia Bergegas

Komentar

  1. jadi takut nih sama begituan, oh ya jangan lupa untuk kunjungan balik dan koment balik ya http://ane-aldi.blogspot.com/2014/03/tempat-magang-dengan-gaji-besar.html

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima Kasih sudah mampir ke blog saya, semoga berkesan dan bermanfaat dan jangan lupa boleh tinggalkan jejak dengan memberi komentar, Bye..

Postingan populer dari blog ini

Sakit Kepala Bukan Alasan Lagi Untuk Tidak Beraktivitas

Sekarang Praktis Pesan Tiket Bus Budiman Bisa via Online

Cerita Dibalik Hp Jadul