Mei 25, 2013

Suara Lantang dari Atas Pembaringan

Liputan6 Award 2013

Sebagai manusia yang telah di beri kelebihan dari Sang Pencipta lengkap dengan jasmani rohani yang sehat, sering kita menyepelekan dan tidak jarang untuk tidak mensyukuri nikmat dan karuniaNya. Selalu merasa kurang dan sering dijadikan alasan untuk berbuat kebaikan bagi sesama.  Rasa pamrih dan haus pujian sering kita rasakan, selalu melihat ke atas sehingga kita tidak mau melihat ke bawah dan membuka mata dan hati kita bahwa masih banyak orang yang keadaan fisik dan keadaan ekonominya di bawah kita.



Mengeluh..mengeluh, merasa sombong serta merasa hebat dengan apa yang kita miliki rasanya akan sia-sia jika kita tidak peduli dengan sesama dan tidak mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Masih banyak orang yang terpinggirkan dengan hidup di desa yang tertinggal dengan segala keterbatasan yang dimilikinya namun mereka mampu memperjuangkan mereka dengan segala pengabdian tanpa pamrih.

Sosok-sosok inspiratif inilah yang harus kita teladani sekaligus untuk berkaca dan renungan bagi kita yang masih di beri kesempatan untuk berbuat baik terhadap sesama. Kesembongan yang ada pada diri kita sering menghinggapi benak kita yang akan merugikan diri kita sendiri, hidup kita bukan untuk selamanya  di dunia, hidup adalah proses kita untuk menuju kehidupan yang kekal dan abadi di atas sana. Hidup adalah untuk beribadah sebagai penentu kita untuk kehidupan yang abadi kelak.


Sebagai manusia yang sombong dan angkuh serta terkadang selalu mengharap imbalan dan sanjungan jika kita melakukan sesuatu padahal apa yang kita lakukan belum tahu bermanfaat atau tidak serta ikhlas dan tidak kita masih meragukan hal itu. Meskipun hal ini cukup manusiawi sebagai manusia yang jauh dari sempurna, tetapi tidak ada salahnya jika kita terus berusaha memperbaiki diri dan selalu terus mengingatNya
.
Rasa haru dan bangga serta merasa kecil ketika saya berkesempatan di undang acara Liputan6 Awards 2013 yang diselenggarakan oleh stasiun televisi swasta SCTV, bertempat di gedung Arsip Nasional pada tanggal 23 Mei 2013 yang menghadirkan para sosok inspiratif yang memperjuangkan masyarakatnya tanpa pamrih dengan segala keterbatasan yang ada. Ada kisah yang membuat saya serta para undangan salut serta bangga dan bahkan banyak dari kami meneteskan air mata ketika di akhir acara penganugrahan Liputan6 Awards 2013 dengan kategori spesial award  pengabdian diri untuk pendidikan anak serta tanpa pamrih untuk membantu sesama  di bidang kemanusiaan dan pengabdian pada masyarakat.

Syarini Performance

SCTV yang selalu menghadirkan berita terkini liputan6.com dengan liputan-liputan berita terbaru sampai-sampai malam itu Syahrini juga spesial memakai bulu mata  tajam aktual dan terpercaya serta memakai jepit rambut dan tatanan rambut dengan design Liputan6 menjadikan berita hari ini yang cetar membahana.

Dokter Soedanto | Pemenang Kategori Kemanusiaan

Ajang penganugrahan Liputan6 Awards 2013 dengan menampilkan lima kategori inspiratif yaitu bidang pendidikan, pemberdayaan masyarakat, lingkungan hidup, kemanusiaan dan kesehatan. Dengan proses penjurian yang relelavan serta ahli di bidangnya masing-masing, dengan dewan juri yang terdiri dari dari  Jusuf Kalla, Erna Witoelar, Yenny Wahid, Komaruddin Hidayat, Rheinald Kasali, Daniel Dhakidae, Harsiwi Achmad, Putut Tri Husodo yang sekaligus datang pada acara malam tersebut. Acara yang di pandu oleh Ananda Omesh dan Senandung Nacita dengan menghadirkan diva pop papan seperti Krisdayanti, Ruth Sahanaya dan Titi Dwi Jayanti serta ada Syahrini, Trio Lestari, Indah Dewi Pertiwi, Five Minutes dan TeamLo. Gemerlap panggung dan unjuk kebolehan para artis semakin menambah semarak acara ini dengan di selingi pembacaan nominasi dan pengumuman award.

Jusuf Kalla & Retno

Penganugrahan kategori spesial award yang dibacakan oleh Bapak Nasional Jusuf Kalla dan presenter berita liputan6 yaitu Retno. Ketika pak JK dan Retno mengumumkan Ibu Een Sukaesih sebagai penerima special liputan6 semua undangan termasuk para pejabat yang hadir waktu itu memberi penghormatan untuk berdiri ketika pengumuman masih berlangsung meski tanpa aba-aba atau di suruh sama crew. Dalam hati berdecak ternyata undangan semua yang hadir pada saat itu ternyata masih mempenyai hati nurani dan merasa malu pada wanita sosok inspirasi ini tetesan air mata sangat terlihat jelas dan untuk para kaum adam pun tidak merasa gengsi untuk memperlihatkan rasa haru nya.

Een Sukaesih | Penerima Anugerah Spesial Award Liputan6 2013
Kategori Pendidikan & Pemberdayaan Masyarakat

Seketika malam itu menjadi malam yang meriah dan ditutup dengan rasa haru dan bangga ketika kami mendengarkan kisah hidup dari Ibu Een Sukaesih, seorang wanita yang hidupnya terbaring lumpuh selama 28 tahun namun tidak melumpuhkan semangatnya untuk terus mengajar anak di desa Cibeureum Sumedang Jawa Barat, beliau masih mampu memberi manfaat buat lingkungan sekitar, suaranya  lantang dari atas pembaringan telah mentrasformasi ilmu kapada orang-orang di sekitarnya.

Ibu…betapa mulia nya hati mu, andai saya berada di posisi ibu mungkin saya tidak semangat menjalani hari-hari dan mungkin tidak sekuat ibu, andai ibu Een bisa membaca artikel ini jujur saya menulis artikel ini dengan banyak berderai air mata, di malam itu ingi rasanya saya menghampiri dan foto bareng ibu, namun malam yang kian larut dan banyaknya media yang berkerumun di hadapanmu dan para petugas yang terburu-buru membawa ibu ke ambulans yang menjadikan tidak ada kesempatan saya untuk menghapiri ibu.

Terima kasih Tuhan, mungkin ini teguran buat kami bahwa kondisi apapun jangan dijadikan sebagai penghalang untuk berbuat kebaikan. Program SCTV yang sungguh inovatif dan mempunyai jiwa kemanusiaan serta hati nurani, dimana awards ini tidak hanya di berikan sama mereka yang berprestasi dengan segala keglamourannya, ketenarannya dan apa yang mereka miliki dengan selalu pamer dengan kemewahannya dan itu sama sekali tidak bermanfaat menurut saya. Seharusnya kita malu sama mereka memamerkan apa yang kita punya tetapi tidak ada manfaatnya sama sekali, jadi dimana letak bangganya?

Saya sangat mendukung program ini, semoga program ini berkelanjutan sehingga orang yang terpinggirkan dan tertinggal bisa mendapat apresiasi dari masyarakat. Mereka yang seperti ini sangat  lebih layak untuk mendapatkan penghargaan dan apresiasi dari pemerintah. Ditengah gencarnya pemberitaan di Indonesia yang tidak karuan seperti kasus korupsi, pencucian uang, kriminal, perceraian, perselingkuhan dan sebagainya saya rasa program liputan6 awards 2013 ini sudah memberi sesuatu yang berbeda dengan tajam, aktual dan terpercaya.

Semoga para pembaca semua bisa merenungkan hikmah bahwa di balik bencana pasti ada pengorbanan dan juga sebaliknya dalam pengabdian juga pasti ada pengorbanannya. Pengorbanan inilah yang akan membawa keberkahan hidup yang sangat bermanfaat buat diri sendiri serta lingkungan sekitar kita. Tentunya dengan hati yang ikhlas tanpa pamrih semua pasti akan terbayar dengan hasil yang tidak terduga. Ingatlah bahwa Allah tidak pernah ingkar janjinya kepada orang yang sabar dan bertaqwa. Kehidupan ibu Een menjadi tamparan buat saya sebagai manusia yang sombong dan tidak pernah  bersyukur atas nikmatNya.

Ibu Een senang rasanya saya bertemu sama ibu, meskipun kita tidak saling menyapa namun saya bisa melihat ibu dari beberapa meter, semoga ibu senantiasa di beri kesehatan dan kesabaran yang lebih dari sebelumnya. Semoga apa yang sudah ibu berikan buat masyarakat bisa menjadi bekal amal yang abadi untuk menemani  kelak, dan menjadi amal yang tidak akan pernah putus. Terima kasih SCTV yang telah mengundang saya, bukan hanya merasa terhibur waktu itu tetapi pembelajaran arti kehidupan yang sesungguhnya telah saya dapat melalui orang-orang hebat dan inspirasi seperti mereka.

Presenter Liputan 6

Acara yang berlangsung meriah di tutup dengan keharuan yang luar biasa mewarnai malam itu, semoga kisah inspirasi ini bisa kita terapkan dan tidak di anggap lalu sebagai musiman. Hidup kita yang singkat sudah seharusnya terus memperbaiki diri dan banyak memberi manfaat buat sesama. ***

Photo by doc Pribadi


3 komentar:

  1. jadi malu kalau membandingkan diri dengan bu een. saya sehat tapi banyak mengeluh dan sedikit karya.

    BalasHapus
  2. Iya sama sprti saya mba Milliati, msh merasa kurang dan sedikit kerja bnyk mintanya :(

    BalasHapus
  3. setiap yg bermutu layak dapat penghargaan. nah kalo blog sy?

    BalasHapus