Cerita Ramadhan Di Warung Jeruk


Kalau lagi jenuh gini, pikuran suka cape bikin energi terkuras karena ingat ke masa lampau. Masa dimana kita masih bebas bergerak tanpa diganti oleh virus seperti saat ini. Hiks, tahun ini mungkin jadi cerita buat kita semua dimana kita dihadapkan dengan situasi yang mengharuskan kita untuk jaga jarak.

Bukan hanya jaga jarak akan tetapi kita diharuskan untuk tetap dirumah untuk memutus mata rantai penyebaran virus. Sebagai manusia tentu ini sangat sulit ya karena manusia itu tidak bisa hidup sendiri dan satu sama lain pasti sangat membutuhkan, makanya selama pandemi ini banyak aktivitas yang terganggu seperti kerja, sekolah dan ibadah.

Yups, sekarang kita sedang berada dalam masa yang mungkin sangat berat karena harus menahan rindu dengan orangtua, kerabat, teman dan juga kampung halaman yang selalu menciptakan momen tak terlupakan.

Ngasih makan ikan di halaman rumah uyut 

Jadi teringat momen puasa tahun kemarin, H- sebelum lebaran saya sudah berada dikampung halaman, senang bisa merayakan ramadhan dan hari raya idul fitri bersama keluarga itu sesuatu yang sangat berharga.

Untuk menciptakan momen kebersamaan, dipenghujung ramadhan tahun kemarin kami buka puasa bersama diluar, selain karena memang sekalian lagi ada agenda saudara yang lagi syukuran ya kami manfaatkan momen buka bersama diluar sambil lewat, karena biasanya kami lebih memilih buka bersama dirumah dengan Keluarga besar, namun ramadhan kali ini kita memilih buka puasa diluar. Jadilah momen ini saya ingat sebagai Cerita Ramadhan Di Warung Jeruk.

With family

Ceritanya kami singgah di rumah makan Warung Jeruk, suasananya benar-benar asli perkampungan karena ya memang letaknya di kampung, hehe. Dengan perabotan khas pedesaan juga masakan khas sunda yang tidak asing dilidah dan juga salah satu masakan favorit saya di nusantara ini, ada pepes ikan mas, ayam goreng kampung, karedok dan masih banyak lagi menu lainnya dan lalapan plus sambal yang menjadikan masakan sunda ini banyak disukai orang.

Kami semua sangat menikmati suasana dan santapan waktu itu, bercengkrama sambil menyantap santapan berbuka setelah seharian berpuasa itu rasanya nikmat banget ditambah alunan musik sunda melengkapi suasana yang begitu ngangenin.

Sekali berkunjung ke warung jeruk, bikin hati saya jatuh hati karena menu nya sesuai selera dan soal harga sangat-sangat terjangkau namun kualitas dijamin memuaskan pengunjung (bukan iklan). Dalam hati berkata ingin suatu saat nanti jika pulang kampung, bisa berkunjung kesini lagi bersama dengan Keluarga berdamai-ramai.

Kebahagiaan tercipta bukan karena tempat dan makanan yang mengandung mewah, tetapi dengan siapa itu buat saya sudah cukup bahagia. Bahagia karena sudah menjadi momen dalam kebersamaan yang akan selalu indah dikenang dan menjadi cerita yang akan dibagikan ke anak cucu kelak dan juga bisa dijadikan contoh buat generasi muda kalau silaturahim dengan Keluarga itu sangat menyenangkan.

Apalagi budaya nenek moyang kita kan selalu mengajarkan untuk kebersamaan dengan kumpul bareng keluarga. Duh jadi ingat kampung halaman, kampung yang selalu dirindu dengan suasana alam yang asri, rumah yang sehat karena udara yang bersih, lingkungan asri dengan pepohonan yang rindang, itu yang selalu saya kangenin dari kampung halaman.

Iya, suasana rumah yang tidak akan ditemui di kota, meskipun di kota banyak pohon dihalaman rumah tapi tetap saja udaranya sudah tercemar, berbeda dengan di pedesaan yang udaranya masih bersih karena tingkat polusinya tidak sebesar di perkotaan. Kampung halaman lah hal yang menarik dan warung jeruk yang wajib dikunjungi jika pulang kampung. ***

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sekarang Praktis Pesan Tiket Bus Budiman Bisa via Online

Sisi Lain Dari BJ Habibie

Khasiat Buah Delima untuk Kaum Wanita