Si Rino Ajak Masyarakat Membudayakan SNI

Kegiatan Fun Bike BSN 2017 di hari konsumen

Yang namanya hidup sudah pasti banyak kebutuhan, mulai dari kebutuhan primer, sekunder dan tersier. Zaman dulu mungkin tidak terlalu memperhatikan kualitas dan kuantitas dari ketiga jenis kebutuhan yang saya sebutkan di atas, seiring dengan kemajuan zaman, kini kebutuhan yang paling mendasar pun harus mempunyai standard kelayakan.

Hari Minggu 14 Mei 2017 bertempat di halaman gedung BSN (Badan Standardisasi Nasional), bersamaan dengan car free day menggelar Fun Bike yang diikuti oleh para karyawan BSN dan berbagai komunitas sepeda.  Bersyukur bisa hadir dalam event #FunBikeBSN2017, dimana saya bisa mengetahui tentang pentingnya SNI (Standar Nasional Indonesia).

Inilah pentingnya agar badan-badan usaha atau apalah untuk terjun langsung memberi pemahaman kepada masyarakat luas dan mendekatkan diri dengan mengadakan event seperti ini, karena banyak nilai positifnya, dan saya yakin diluar sana pasti banyak hal yang belum tahu seperti saya.

Kembali lagi ke event, FunbikeBSN2017 yang dilepas langsung oleh ketua BSN Bpk Bambang Prasetya yang bertujuan untuk mengedukasi masyarakat untuk bersepeda dengan baik dan menggunakan sepeda dengan berlogo SNI. Acara ini mendapat antusias dari para peserta fun bike dan masyarakat yang ada disekitaran car free day.

Performance band Luna 

Gimana tidak bersemangat coba, para peserta memakai kaos berwarna cerah dan dipandu oleh MC yang gokil habis menjadikan suasana hidup menjadi hidup (lho koq kaya tagline iklan ya haha) sudah gitu dihibur oleh grup Band Luna dan lagunya pun yang lagi ngetrend hits pula, lengkaplah sudah suasana hati ku yang menjadikan hatiku sudah SNI, hatimu sudah SNI belum? Hahaha...

Selesai acara fun bike ternyata belum selesai cyn, masih ada acara kece dan bagi-bagi doorprize dengan hadiah utamanya berlayar pakai kapal pesiar, ish bikin mupeng deh, tapi ada lagi acara yang lebih kece yaitu talkshow dari Pak Bambang seputar SNI.

Prof Dr. Bambang Prasetya jadi Narsum talkshow #Funbikebsn2017

Ternyata Badan Standardisasi Nasional (BSN) ternyata pertama kali dibentuk dengan keputusan Presiden No.13 tahun 1997 dan pada tahun 2014 ditegaskan kembali melalui Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2014 tentang standardisasi dan penilaian kesesuain, yang bertujuan untuk:

  1. Meningkatkan jaminan mutu, efisiensi produksi, daya saing nasional, persaingan usaha yang sehat dan transparan dalam perdagangan, kepastian usaha, dan kemampuan pelaku usaha, serta kemampuan inovasi tekhnologi;
  2. Meningkatkan perlindungan kepada konsumen, pelaku usaha, tenaga kerja, dan masyarakat lainnya, serta negara, baik dari aspek keselamatan, keamanan, kesehatan, maupun pelestarian fungsi lingkungan hidup;
  3. Meningkatkan kepastian, kelancaran, dan efisiensi transaksi perdagangan barang atau jasa di dalam negeri atau luar negeri.
BSN memiliki tugas dan tanggung jawab di bidang STANDARDISASI dan PENILAIAN KESESUAIAN. Untuk standardisasi dilakukan melalui kegiatan pengembangan SNI yang dimulai dari pemograman, perumusan, penetapan dan pemeliharaan (kaji ulang) SNI. Sedangkan untuk bidang PENILAIAN KESESUAIAN dilakukan melalui kegiatan AKREDITASI dan SERTIFIKASI.

Salah satu misi dari BSN adalah merumuskan, menetapkan, dan memelihara Standar Nasional Indonesia (SNI) yang berkualitas dan bermanfaat bagi pemangku kepentingan khususnya masyarakat luas. Karena SNI adalah satu-satunya standar yang berlaku secara nasional di Indonesia.

SNI bukan hanya untuk mengatur persyaratan teknis produk atau barang, tapi juga untuk jasa, sistem, proses atau personal. Contoh SNI untuk jasa adalah SNI pasar rakyat, dimana saat ini Presiden Jokowi sedang menggalakkan pernah penerapan SNI untuk Pasar rakyat. Contoh SNI sistem adalah SNI ISO 9001 yang sudah sangat terkenal yaitu persyaratan tentang Sistem Manajemen Mutu, ada juga SNI ISO 14001, SNI HACCP, SNI ISO 22000, SNI ISO/IE  27001, dan yang paling g baru adalah SNi ISO 37001 yaitu sistem manajemen Anti suap.

Contoh SNI untuk proses adalah SNI tentang pertanian organik, SNI tersebut mengatur persyaratan proses atau tahapan kegiatan yang harus dipenuhi sehingga suatu produk dapat dikatakan organik. Contoh SNI personal adalah SNI ISO 9712 yang mengatur persyaratan kompetensi personal  dibilang Uji Tak Rusak. Nah sudah jelaskan, bahwa SNI itu mengatur segala aspek kebutuhan kita, bukan hanya untuk produk atau barang. 

Ada dua jenis sifat SNI yaitu bersifat sukarela dan wajib, sukarela dalam artian untuk tujuan tertentu, seperti :

(1) Perlindungan konsumen, tenaga kerja yang membuat produk, dan masyarakat dari aspek keselamatan, keamanan dan kesehatan,

(2) Pertimbangan keamanan Negara

(3) Tuntutan perkembangan ekonomi dan kelancaran iklim usaha dan persaingan yang sehat, atau

(4) Pelestarian fungsi lingkungan hidup.

Sedangkan SNI wajib di tetapkan melalui Kementerian Teknis terkait produk tertentu yang wajib memiliki SNI sebelum beredar ke masyarakat luas. Contoh toh SNI yang sudah diberlakukan secara wajib yaitu helm pengendara bermotor, air minum dalam kemasan (air mineral, air demineral, dan air mineral alami), semen, ban, pupuk, garam konsumsi, mainan anak (maksimal usia 14 tahun), pakaian bayi (maksimal usia 36bulan) baja, Tulangan dan lain sebagainya. Selengkapnya bisa di akses di sisni.bsn.go.id

Waduh jadi tahu banyak nih tentang SNI serta manfaatnya. Seperti apa yang dikatakan Pak Bambang, " Jangan tergiur oleh harga murah tapi kualitasnya tidak terjamin, niatnya mau berhemat malah nambah pengeluaran jika terjadi hal yang tidak diinginkan, jadi masyarakat diharapkan cerdas agar mau memperhatikan seluruh kebutuhan dengan memenuhi persyaratan SNI supaya terjamin keamanan, kenyamanan dan kesehatan". Wah, terimakasih BSN sudah mengundang saya untuk hadir di FunBikeBSN2017, selain jadi tahu saya bisa berbagi informasi kece ini di blog saya.

Maskot Si Rino Sahabat SNI

Satu lagi yang menarik perhatian saya di event ini, yaitu adanya boneka badak yang dinamai Si Rino, maskot BSN yang baru diluncurkan ini. Filosofi Si Rino merupakan hewan badak bercula satu, badak Jawa. Fisik badak yang terlihat tangguh dengan dilengkapi cula dikepalanya sebagai salah satu alat pertahanan diri.

Pada kostum badak juga mengenakan atribut wayang Gatotkaca yang merupakan simbol kekuatan dan ketangguhan serta pribadi kesatria yang baik. Dengan ciri khas Indonesia, hal ini memvisualisasikan SNI sebagai ukuran standardisasi di I doneaua yang memberikan kenyamanan, responsif, tepat dan akurat sesuai dengan standardisasi Indonesia dalam melayani masyarakat seperti halnya BSN serta mampu mengajak masyarakat untuk membudayakan SNI.

Jangan pikir panjang lagi deh tentang SNI kan sudah saya ulas di atas, seperti yang saya sebut di paragraf pertama tiga kebutuhan itu juga harus SNI, terlebih zaman sekarang, banyak yang aneh-aneh sehingga tidak jarang membahayakan dan mengancam keselamatan kita. Yuk ah kita budayakan penerapan SNI supaya hidup kita berkualitas.***

Foto dokpri

3 komentar:

  1. Seru yah acara Fun Bike BKNnya, jadi banyak tau tentang manfaat Standar Nasional

    BalasHapus
  2. saya salah kira bu, awalnya BSN itu Badan Standarisasi Nasional, eh baru ngeh kalo Badan STANDARDISASI Nasional. hi hi hi *orang awam :)

    keren sama maskot Si Rino ya, perpaduan badak bercula satu sama gatot kaca

    BalasHapus
  3. Acara Fun Bike Bareng BSN ini membuka wawasan bangat tentang SNI ya Teh :)

    Iiih si Rino lucuuu ya, pengen bawa pulang deh... heheheh

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.