Maret 25, 2014

Pergelaran Seni Budaya dan Forum Komunikasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba


Antusias para pelajar SLTP, SLTA dan mahasiswa memenuhi gedung Semesco Lt 2 di Jl Gatot Subroto Pancoran Jakarta Selatan, didampingi para guru dan kepala sekolah mereka menyambut event yang di gelar oleh BNN dalam rangka tahun penyelamatan anti penyalahgunaan narkoba. Acara yang sukses dengan mengangkat tema dialog interaktif antara narasumber dan peserta undangan sangat menambah wawasan bagi yang hadir pada saat itu tentang pentingnya sosialisasi untuk pencegahan penyalahgunaan narkoba.

 Senang rasanya mendapat undangan dari Pak Thamrin Dahlan yang merupakan pensiunan dari BNN, undangan yang disampaikan beliau melalui Asosiasi Blogger Reporter Indonesia (BRid) tentu tidak saya sia-sia kan sebagai bentuk kepedulian saya terhadap Gerakan Anti Penyalahgunaan Narkoba.

Acara yang di mulai pukul 09.00 WIB, dan para undangan hadir dengan memakai seragam kaos biru bertuliskan BNN dan mendukung dengan gerakan anti penyalahgunaan narkoba, juga para undangan dengan dress code batik menandakan acara ini formal karena nara sumber yang hadir saat itu adalah para petinggi negeri yaitu diantaranya adalah Komisaris Jendral Polisi Bpk. Anang Iskandar selaku Kepala BNN, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yaitu Ibu Linda Sari Gumelar, Kepala badan Peneliti  SDM Kementrian Kominfo yaitu Bpk Basuki serta tidak ketinggalan hadir pada saat itu para anggota aktif SIKIB ( Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu ).

Ada hal yang berbeda ketika saya menghadiri event ini, acara yang tepat waktu dan para nara sumber yang telah hadir serta para undangan yang telah memenuhi ruangan, padahal narasumber yang hadir bukan pejabat biasa, tetapi mereka sangat menghargai waktu. Acara yang berlangsung sukses dan lancar tanpa terkendala dengan jam karet sehingga para undangan tidak merasa bosan dan jenuh.


Sebelum mengawali acara, para undangan berdiri sejenak untuk menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, semua menyanyikan lagu dengan khidmat sampai bulu kuduk saya merinding setiap mendengar lagu Indonesia Raya, yak arena teringat akan jasa para pahlawan kita yang rela berkorban untuk kemerdekaan Indonesia. Oke sejenak simpan dulu mengenai kenangan para pahlawan, karena saat itu sedang konsen untuk dialog anti penyalah gunaan narkoba.

Selesai menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya lalu di sambung dengan pembukaan acara dengan berbagai sambutan dari para narasumber. Sorak sorai dan tepuk tangan dari para undangan memeriahkan event dialog hari itu, sebagai pertanda mereka sangat mendukung program ini. Undangan yang hadir di perkirakan sekitar kurang lebih 2.500 orang, mereka yang hadir meskipun rata-rata usia masih remaja tidak menyurutkan semangat mereka untuk menyimak paparan yang di berikan oleh para narasumber.

Menurut Bapak Anang Iskandar selaku ketua BNN, dengan paradigm yang baru di harapkan agar para pengguna narkoba berani keluar dari komunitasnya yang tersembunyi untuk segera direhabilitasi. Karena saat ini banyak pengguna narkoba yang masih takut untuk keluar, sehingga kami berharap agar mereka berani muncul dan melaporkan diri ke IPWL ( Institusi Penerima Wajib Lapor ) agar mendapatkan perawatan.

Harapan lainnya  yang beliau layangkan pada masyarakat dan penegak hukum agar memiliki pemahaman bahwa hukuman yang paling tepat adalah Rehabilitasi, sehingga  lapas tidak lagi kelebihan kapasitas. Satu hal yang paling penting yang tidak boleh terlewat, dengan adanya paradigm baru prevalensi pengguna narkoba bisa diturunkan, karena hal tersebut dapat menjadi indicator tingkat keberhasilan menangani masalah narkoba di Indonesia, imbuh Jendral bintang tiga ini.

Adapun paparan dari Ibu Linda Amalia Gumelar selaku Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ini, beliau mengatakan tujuannya mengundang para pelajar pada event ini yaitu sebagai kepedulian Negara terhadap generasi bangsa yang perlu dilindungi dari penyalah gunaan narkoba, dan untuk itu peran orang tua adalah yang utama untuk melindungi dan mengawasi pergaulan dalam keseharian anak-anaknya, serta harus mempunyai sensitifitas terhadap perilaku anak.



Ada satu hal yang menarik lagi dari event ini, dimana para pelajar ikut terlibat intraktif tanya jawab kepada para narasumber, pertanyaan yang dilontarkan para pelajar begitu menyentuh dan terlihat murni dari pemikiran mereka, seperti salah satu diantaranya adalah menanyakan bagaimana cara BNN menangkap para pengerdar dan memusnahkan pabrik-pabrik narkoba, Bagaimana perlakuan kita terhadap mantan pecandu narkoba dan bagaimana dampak ekonomi dari pengguna narkoba.Mereka yang bertanya mendapat apresiasi dari teman-temannya, tepuk tangan para rekannya seakan mewakili pertanyaan mereka juga.

Sosialisasi Paradigma Baru Lewat Seni Budaya dan Dialog

Paradigma baru mengenai penanganan pengguna narkoba tidak akan dipahami dengan maksimal jika sosialisasi kepada masyarakat luas tidak digarap dengan serius. Dalam pergelaran seni budaya berupa teater musical, pesan tentang bahaya penyalahgunaan narkoba disampaikan dengan jelas, dengan harapan muncul kesadaran masing-masing individu untuk melindungi diri dan lingkungan dari ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.


Acara yang diakhiri dengan penampilan dari teater musikal yang menyampaikan betapa bahayanya penyalahgunaan narkoba, diharapkan bisa memetik ilmu yang mereka dapat dari para narasumber dan menghayati serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari untuk pencegahan anti penyalahgunaan narkoba. 

Event yang sungguh luar biasa menurut saya, dan memang sosialisasi seperti ini harus disampaikan secara langsung kepada masyarakat luas, khususnya bagi para pelajar di Indonesia supaya bisa membentengi diri sejak dini dari hal-hal yang bisa merugikan baik jiwa dan masa depannya. Narkoba No, Prestasi Yes…itulah yel yel yang di gemakan pada saat itu.***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar