Surat Dahlan

Dahlan Iskan | Menteri BUMN

Mantan Direktur Utama PT.PLN yang kini menjabat sebagai Mentri BUMN Dahlan Iskan merupakan tokoh yang terkenal dengan kebersahajaan dan kesederhanaan yang telah menjadi ciri khas dari beliau. Selalu menebar senyum dan gaya bicaranya yang santai ini yang membuat seorang Dahlan Iskan banyak dikenal orang. Pria kelahiran asal Magetan Jawa timur yang kental dengan suasana religiusnya, lahir dan dibesarkan dilingkungan pedesaan yang serba kekurangan, namun semua itu dijalani beliau dengan lapang dada dan terus tersenyum.



 Semua kisah beliau telah dituangkan dalam buku, melanjutkan kesuksesan novel Sepatu Dahlan, hari minggu pada tanggal 10 Februari 2013 beliau meluncurkan novel Surat Dahlan bertempat di Lapangan Ikada Monas Jakarta. Hari yang begitu cerah tidak memadamkan antusias para undangan meski sorotan matahari cukup menyengat. Acara peluncuran novel Surat Dahlan ini sekaligus akan diresmikan Gerakan Solidaritas Demi Indonesia, sebagai bentuk membangun inspiratif positif bagi bangsa, peluncuran komik Sepatu Dahlan (komikus: Tita Larasati), buku certwit Dahlan is Can (penulis: Sutan Aries Adlin), dan pre-Launch film Sepatu Dahlan.

 Selain menghadirkan Dahlan Iskan sebagai tokoh utama dalam novel dan Khisna Pabicara sang penulis novel, acara ini di hadiri juga oleh Sandiago Uno, Kak Seto, dan Oppie Andaresta. Dimeriahkan juga oleh Nation Beat, grup perkusi remaja dan Boy-Girl Band, Rainbow AFI, Tari Saman dengan dipandu oleh host yang sudah tidak asing lagi di jagad hiburan pertelevisian yaitu Bedu. Acara pelepasan burung merpati dengan membawa surat yang telah dibacakan oleh Kak Seto, Sandiaga Uno, Oppie Andaresta serta perwakilan dari siswa dan siswi SMU yang yang menuliskan harapannya untuk seorang Dahlan Iskan lewat surat yang terikat pada burung merpati yang akan dilepas.

Pelepasan Burung Merpati
 Noura Books menerbitkan sekuelnya Surat Dahlan, sekumpulan kisah masa kecil yang penuh dengan perjuangan dan inspirasi, dalam sekuel buku ini dikisahkan kehidupan Dahlan masa remaja dan jelang dewasa…..

    Dikejar-kejar tentara tidak pernah ada dalam rencana Dahlan muda, awalnya Dahlan ke Samarinda untuk menuntut ilmu. Sayang teori ini tidak sejalan dengan kenyataan, dosen-dosen yang otoriter dan keadaan politik yang memanas membuat perkuliahan tidak lancar. Belum lagi, kerinduan yang besar terhadap kampung halaman dan orang-orang terkasih yang selalu menyesakkan dada, membuat hidup dirantau semakin berat.

     Dahlan pun memutuskan berhenti kuliah. Dia aktif dalam kemahasiswaan yang kemudian menyeretnya pada Peristiwa malapetaka Lima Belas Januari (Malari). Tugu Nasional menjadi saksi keberanian serta kepedulian Dahlan dan rekan-rekannya terhadap negeri yang kacau balau kala itu. Dianggap memberontak, mereka pun menjadi buronan pemerintah. Tak disangka, dalam pelariannya, takdir mempertemukan Dahlan dengan dua cinta baru kehidupannya: Perempuan dari Loa Kulu dan Surat Kabar.

Bersama Pak Dahlan Iskan


Perjuangan Dahan pada masa remaja menjelang dewasa, sangat menggugah inspiratif, pada masa inilah Dahlan memulai kariernya sebagai jurnalis, yang dikemudian hari telah merupakan salah satu pintu sukses kehidupan seorang Dahlan Iskan.  Kini Pak Dahlan Iskan telah telah mampu banyak menyedot perhatian publik, lewat kebersahajaannya yang selalu mengalirkan pesan dan semangat positif yang tergores lewat lisan dan tulisannya.  Pengalaman saya bertemu dengan beliau sangat berkesan karena keramahan dan selalu tersenyum kepada siapapun.***



Sumber Photo : doc.pribadi

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.