Perempuan Hebat



Tak terbayangkan jika dunia tanpa wanita, perempuan yang selama ini dipandang lemah ternyata menyimpan segudang tanggung jawab yang belum tentu laki-laki sanggup melakukannya. Banyak sekali kartini masa kini di jaman sekarang, dimana arus globalisasi modern mendorong wanita untuk berperan mengemban tanggung jawab.

Bahkan banyak juga wanita menjadi tulang punggung untuk keluarganya, meski ada suami disampingnya, dengan perjuangan Ibu kita Kartini, sekarang wanita bisa sejajar dengan pria, bisa mengenyam pendidikan tanpa batas, bekerja tanpa mengenal profesi dengan tanpa menelantarkan tanggung jawabnya sebagai istri dan seorang ibu.

Sebagai contoh Kartini Masa Kini aku menemukan sosok itu dari seorang nenek aku, beliau sosok wanita yang hebat dan sangat berperan dalam memperjuangkan kelangsungan hidup untuk anak-anaknya. Setelah kepergian kakek tanggung jawab mengurus rumah tangga jatuh ketangan perempuan hebat ini, tak mudah mengurus ketujuh anak-anaknya dengan 6 orang laki-laki dan satu orang wanita.

Apalagi diusia anak-anaknya yang sedang bandel-bandelnya dan sering dibuat pusing dengan karakter masing-masing yang berbeda-beda juga. Dengan mengandalkan pensiun yang tidak besar, otomatis nenekku harus memutar otak untuk mendapatkan uang tambahan buat biaya sekolah anak-anaknya. Rasa letih sudah beliau tidak rasakan, sering terbangun dimalam hari untuk mengolah bahan makanan yang siap di titipkan di warung-warung, bahkan menitipkan di pasar-pasar yang menjual jajanan tradisional.

Tak hanya membuat jajanan untuk dijual, bahkan membuat kerajinan tangan seperti membuat gambar dari benang wol dan kain kristik, terus membuat tas dan syall dari benang kasur yang di rajut oleh tangannya sendiri dengan tanpa lelah demi kami. Sekarang Kartini ku sudah lanjut usia dan mendapatkan hasil dari perjuangannya dulu sebagai tulang punggung keluarga. Nenek….bagi kau adalah Kartini masa Kini, seorang wanita yang kuat dan tegar dalam mendidik, mengasuh kami. Semoga Allah membalas semua atas kebaikanmu, Amin .

Artikel ini diikut sertakan dalam lomba #BloggerKartinian di anny.blogdetik.com

1 komentar:

  1. Membaca ini, aku sangat sedih dan langsung ingat perjuangan opung yang begitu besar.
    Ya Allah tolong berkahi Opung kami dengan kesehatan dan segala hal terbaik untuknya, amin.

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.