Langsung ke konten utama

Bukan Halu, Ternyata Ada Bus Tanpa Awak di The Breeze BSD City

Autonomous Vehicle at Green Office Park BSD City

Pernah ngebayangin kendaraan tanpa awak gak? Jujur kalau saya pernah dan sering menghakhayal kendaraan darat tanpa awak tapi bukan berarti yang dikendarai oleh makhluk astral ya, tapi benar-benar kendaraan tanpa awak yang memiliki teknologi seperti Autonomous Vehicle yang baru saja mengikuti event Electric Vehicle Exhibition di Nusa Dua Bali yang merupakan Official Side Event dari G20 yang diselenggarakan oleh Kementrian Perhubungan pada tanggal 11 - 16 November 2022.

Keren sih, akhirnya Indonesia punya juga kendaraan darat tanpa awak dan tentu Autonomous Vehicle ini menjadi kebanggaan bangsa. Meskipun masih dalam tahap uji coba penerapannya, semoga ke depannya cepat terealisasi untuk dapat diterapkan di jalan umum sehingga bisa mengurangi pengguna mobil pribadi bisa beralih ke kendaraan umum dan langsung Autonomous Car yang pastinya ramah lingkungan. 

Kendaraan otonom yang berasal dari Perancis dengan merk dagang  Navya Varian Arma yang mempunyai penggerak listrik dan battery pack berkapasitas 33kWh yang dapat bertahan selama 9 jam. Kendaraan listrik dengan dimensi 4,7m x 2,1 m dengan kapasitas penumpang 15 orang dengan formasi 11 duduk dan 4 berdiri.  Arma dilengkapi dengan beragam sensor mulai dari pemanfaatan GPS (Global Positioning System), sensor LIDAR (Light Radar) yang digabungkan dengan kamera resolusi tinggi untuk big data analysis, kemudian akan diproses oleh komputer yang memiliki spesifikasi tinggi tertanam di dalam mobil.


Transportasi listrik tanpa awak ini mempunyai kemampuan akselerasi, navigasi, hingga dapat mendeteksi kondisi lingkungan di sekitarnya, termasuk menghindari halangan dan melakukan pemberhentian secara otonom. Duh rada-rada gimana gitu ya naik kendaraan tanpa awak, takutnya nabrak atau nyasar kemana mana, tapi kita gak perlu khawatir karena Autonomous Vehicle (AV) ini sudah ada beragam sensornya seperti yang telah disebutkan di atas dan juga AV ini memiliki sensor yang terhubung langsung ke GPS yang bisa membaca rute secara real time jadi jangan takut mobil ini keluar dari rute dan bahkan mobil ini memiliki sensor yang bisa mendeteksi benda yang menghalangi yang ada disekitarnya dari radius 5 meter, wow canggih ya. 

Alhasil mobil pintar ini banyak mengundang antusias warga sekitar yang ingin mencoba AV ini dengan harapan bisa menjadi transportasi  masa depan sebagai penunjang mobilitas masyarakat Indonesia. Setelah kurang lebih dua bulan lamanya Autonomous Vehicle ini mengadakan uji coba di QBig yang beroperasi dari hari Selasa - Minggu, dan saya waktu itu gagal dong mau uji coba AV ini karena datang di hari si AV ini tidak beroperasi alias libur, hehe. Tapi tidak usah khawatir apalagi putus asa ya buat yang belum berkesempatan mencoba AV ini, bisa bergeser ya ke Green Office Park BSD City karena Bus otomatis pertama di Indonesia ada di The Breeze, BSD City. 

Buat kalian yang penasaran mau coba AV, caranya gampang guys kalau mau mencoba AV ini, kita cukup memberikan pendapat mengenai AV di aplikasi OneSmile. AV dapat dicoba sampai tanggal 21 Desember 2022 kemudian AV akan dipamerkan didalam area The Breeze pada tanggal 22 Desember 2022 sampai 4 Januari 2023, so jangan sampai ketinggalan ya buat jajal AV di The Breeze BSD City. 

Dan akhirnya ya ternyata saya tidak halu dengan kendaraan tanpa awak karena ternyata terealisasikan juga meskipun masih pada tahap uji coba tapi saya sangat mengapresiasi dengan keberadaan First Autonomous Vehicle at Green Office Park, BSD City. Semoga bisa direalisasikan sebagai transportasi ramah lingkungan di Indonesia.***


Komentar

Posting Komentar

Terima Kasih sudah mampir ke blog saya, semoga berkesan dan bermanfaat dan jangan lupa boleh tinggalkan jejak dengan memberi komentar, Bye..

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Budaya Batak Yang Unik Dan Beragam Di Wedding Batak Exhibition 2024

Wedding Batak Exhibition 2024 Indonesia dengan keberagaman adat dan budaya menjadikan aku sebagai Bangsa Indonesia yang bangga bisa tinggal di negara yang kaya dengan adat dan budaya. Kagum akan semua kebudayaan dan sangat tertarik ingin mempelajarinya, tak terkecuali budaya Batak sebagai suku leluhur keluargaku yang semuanya belum aku pahami, karena opung doli yang kami cinta sudah berpulang lebih dahulu pada waktu aku masih kecil, jadi tidak sempat belajar dan tanya jawab, hehe. Batak, yang menurut banyak orang di cap dengan watak keras dan nada bicara yang tinggi seolah menggambarkan orang Batak itu "galak", padahal tidak demikian, pernah dengar sejarahnya kenapa orang Batak kalau berbicara nadanya tinggi itu karena jaman dahulunya kan mereka hidup berpencar saling berjauhan dan tinggal di hutan gitu, jadi komunikasinya dengan berteriak jadi terkesan galak. Kalau salah koreksi ya!.  Kembali ke Laptop!  Batak Untuk Indonesia Menyambung dengan event yang digelar di CFD Sarin...

Pagelaran Budaya Batak Wedding Batak Exhibition 2024

  Adat adalah Identitas, adat lebih dahulu ada sebelum Republik Indonesia terbentuk, adat harus dihormati dan dihargai ~ Glenn Fredly  Foto: dokpri Bisa dibayangkan kalau seluruh manusia di dunia hidup tanpa adat dan budaya?, mungkin kehidupan tidak akan mengalami kemajuan teknologi, tidak pintar, zaman akan tetap primitif, tidak ada tarian dan nyanyian khas yang menggambarkan suku tertentu. Indonesia yang kaya dengan adat, budaya dan suku, aku bersyukur menjadi bagian dari negara Republik Indonesia, keberagaman adat budaya yang selalu menarik untuk diulik, rasanya belum semua aku pelajari dan mengenalnya karena terlalu banyak dan beragam. Hidup dilingkungan dari suku Batak, menjadikan aku sangat tertarik dengan adat dan kebudayaan leluhur, setiap apapun itu yang berhubungan dengan adat entah itu ketika sedang ada perayaan pernikahan, kelahiran maupun kematian sudah pasti berbeda antara suku satu dengan suku yang lainnya.  Sedari kecil dibesarkan sama opung doli dan opung...

Selalu Waspada Dari Berbagai Macam Penipuan Online Yang Selalu Mengintai

Dompet digital (e-wallet) pada zaman sekarang ini sepertinya sudah menjadi hal yang krusial, karena  sangat membantu mempermudah urusan financial dengan cepat tanpa ribet. Mau transfer uang, mau bayar IPL tidak harus mengetuk pintu pak RT, mau bayar sekolah tidak harus ke ruang Tata Usaha, bayar listrik gak harus ke PLN  dan mau jajan pun tidak perlu ngubek-ngubek tas cari uang receh, tinggal bayar lewat smartphone, semua langsung beres tanpa buang-buang waktu dan energi. Sesimple itu ya hidup dijaman sekarang. Era digital yang serba cepat dengan segala kemudahannya, tentu ada risiko yang mengintai para penggunanya, semua bisa saja jadi korban tanpa pandang bulu. Semakin canggih teknologi maka semakin tinggi juga permasalahan yang dihadapi. Banyaknya penipuan yang memanfaatkan celah digital semakin sini semakin tinggi kasusnya, karena data pribadi seperti KTP bisa saja disalahgunakan oleh penipu, dan itu bisa berakibat buruk bagi kita. Hal ini menunjukkan betapa rentannya kita...