Sarapan Pagi Yang Tidak Boleh Dianggap Sepele

Yang namanya sarapan mungkin oleh sebagian orang  sesuatu hal yang amat sangat berat untuk dilalukan, terlebih bagi mereka yang rutinitas sehari-harinya amat sibuk sehingga mereka sering mengabaikan sarapan pagi. Coba kita bandingkan  bedanya  orang yang sudah sarapan pagi dengan orang yang tidak sarapan pagi, kita bisa bereksperimen dengan tubuh kita sendiri.



Dulu waktu zamannya masih sekolah saya sering mengalami tidak sarapan pagi, dengan alasan bangun kesiangan jadi tidak sempat makan, malas makan  dan banyak lagi alasan lainnya,  itu sangat sangat membuat tidak nyaman, akibatnya sering menguap di kelas, tidak konsentrasi saat guru menerangkan, lemas dan pokoknya tidak bergairah, hmm jangan dicontoh ya kebiasaan tersebut hehee. Sebaliknya berbeda dengan ketika kita sudah sarapan pagi, badan siap untuk beraktivitas karena  sarapan yang kita konsumsi menjadi energi untuk bekal aktivitas kita.  



Sebagai  seorang Ibu, pengalaman di atas justru akan menjadi acuan bagi saya, agar bisa diterapkan pada anak saya dan membuang kebiasaan tidak baik buat perkembangan anak. Karena sarapan merupakan salah satu perilaku penting dalam mewujudkan gizi seimbang, sarapan membekali tubuh  dengan sebagian kebutuhan gizi harian yang diperlukan untuk belajar, berpikir, bekerja, dan melakukan aktivitas fisik.


Menghadiri  kampanye Bulan Sarapan Sempurna yang digelar oleh Frisian Flag sebagai upaya untuk mensosialisasikan pentingnya membiasakan keluarga menyantap sarapan bergizi setiap hari dan melengkapinya dengan segelas susu. Jadi banyak tahu deh bahwa sarapan itu penting tidak boleh disepelekan, karena menurut Spesialis Gizi klinis DR. Dr. Samuel Oetoro, MS, SpGk bahwa dengan membiasakan sarapan dengan teratur dan bergizi akan memberi manfaat besar, antara lain menanamkan kedisiplinan serta membiasan diri mengontrol asupan makanan dan minuman bergizi yang membantu menjaga kesehatan dan stamina tubuh.

DR. Dr. Samuel Oetoro, MS,SpGk
Dr. Ruli
Temuan tentang kebiasaan sarapan anak Indonesia juga disampaikan oleh Southeast Asian Nutrition Survey (SEANUTS) studi multisenter mendalam yang digagas FrieslandCampina di 4 negara termasuk Indonesia, meneliti status gizi, pertumbuhan, pola makan dan asupan gizi anak-anak berusia 6 bulan hingga 12 tahun. Di Indonesia studi ini dilaksanakan bekerjasama dengan Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI)

Ramjeet Kaur Virik

SEANUTS menemukan bahwa hanya 1 dari 10 anak Indinesia usia 2-12 tahun yang mempunyai kuantitas sarapan yang cukup dengab kualitas yang baik. Untuk itu, isu rendahnya kuantitas dan kualitas sarapan masyarakat Indonesia menginspirasi Frisian Flag untuk menggelar kampanye Bulan Sarapan Sempurna yang menurut Marketing Manager Frisian Flag Indonesia Ramjeet Kaur Virik, masyarakat Indonesia harus menerapkan kebiasaan sarapan teratur bergizi dilengkapi segelas susu kental manis, dan menyempurnakan sarapan sebisa mungkin dapat dinikmati bersama keluarga.

Roslina Verauli, MPsi, Psi

Senada dengan Psikolog Keluarga Rosalina Verauli, Mpsi, Psi juga mengemukakan hal senada bahwa kebersamaan keluarga adalah sumber kekuatan anggotanya. Sarapan dapat dimanfaatkan sebagai 'our time' untuk saling mengupdate kegiatan dan menjadi salah satu 'ritual' rutin yang bisa meningkatkan psychological-wellbeing setiap anggota keluarganya.

Seperti keluarga selebritis ini contohnya, keluarga yang harmonis ini memberikan tips agar selalu memberikan waktu untuk berbincang meskipun hanya di meja makan saat sedang menikmati sarapan, hal ini bisa bagi Fenita Ari bisa dijadikan sebagai quality time. Lain halnya dengan mba Chichi perwakilan dari blogger, meskipun mereka tidak sempat berkumpul di meja makan tetapi saat dalam perjalanan menuju aktivitas, dia sempatkan mengobrol bersama anak-anaknya didalam mobil sambil menikmati bekal sarapan yang dibawa dari rumah.


Berarti banyak berbagai cara untuk menikmati sarapan bersama keluarga namun tetap bisa menjalin kebersamaan seperti contoh diatas, jadi sarapan pagi tidak boleh dianggap sepele karena selain berimbas pada kesehatan juga berdampak pada psycholog anak.

Berikut Alasan Kenapa Sarapan Bergizi Bersama itu Penting:

  • Bisa meningkatkan kedekatan orang tua dengan anak
  • Stimulasi pada anak
  • Membangun kecerdasan dan percaya diri pada anak
  • Bisa membentuk keluaraga yang harmonis
  • Memberi contoh pada anak kalau kebersamaan adalah segala-galanya.
Yuk, kita mulai membiasakan dengan sarapan bergizi bersama keluarga untuk membentuk keluarga menjadi orang yang berkwalitas hidup sehat jiwa dan raga karena nomer satu adalah lingkungan keluarga yang sangat berpengaruh pada kepribadian seseorang. Jangan sampai anak-anak kita nanti dikatain 'masa kecil kurang bahagia' karena jarang berkumpul bersama keluarga.


Cukupi kebutuhan keluarga dengan empat sehat lima sempurna ditambah segelas susu kental manis, kalau saya memilih susu yang mengandung 9 vitamin dan 5 mineral yaitu Frisian Flag Gold. Seperti yang Dr. Ruli katakan bahwa sebelum kita mengkonsumsi makanan/minuman ada baiknya kita memperhatikan takaran saji agar tidak dikonsumsi berlebih atau kurang. Sarapan Sempurna Bekal Semangat Pagimu.***

Foto: Doc Pribadi










Komentar

  1. Kalo saya menu sarapannya nih yg harus diubah supaya sempurna :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, menu yg plng susah soalnya kesukaan msng2 individy beda-beda :D

      Hapus
  2. nyaris jarang sarapan bersama krn sekolah anak2 jauh dan harus pagi2 bgt, terpaksa yg sarapan anak2 dulu, duh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gpp yg pntng sarapan bergizi buat anak2 point nya mak :D

      Hapus
  3. kadang nyaris sempurna tanpa pelengkap, kadang males bikin susu akunya, hheee

    BalasHapus
  4. #SarapanSempurna memang penting banget ya Mak untuk keluarga kita. Ayo semangat memulai ritual baru ini. Sukses ya Maaaaak :D

    BalasHapus
  5. Ada banyak alasan ya untuk sarapan.. Biasanya suka lalai hehehe

    BalasHapus
  6. Susu Benderanya menggoda, Maaak :D

    BalasHapus
  7. bangun awal utk nerapinya mgkin menjelimet penuh kehebohan, tapii setelah konsisten enjoy.. seru banget ernyatat

    BalasHapus
  8. Betul mak, terkadang kita suka horor duluan ya klo ngebayangin kerepotan emak2 d pagi hari, tetapi klo sdh d jalani & terbiasa semua jd enjoy :)

    BalasHapus
  9. susah banget bangun pagi, semoga bisa terus bangun pagi biar bisa bikinin sarapan. hihi

    BalasHapus
  10. Aku jarang sarapan, ternyata salah besar ya! hiks hiks

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima Kasih sudah mampir ke blog saya, semoga berkesan dan bermanfaat dan jangan lupa boleh tinggalkan jejak dengan memberi komentar, Bye..

Postingan populer dari blog ini

Sakit Kepala Bukan Alasan Lagi Untuk Tidak Beraktivitas

Sekarang Praktis Pesan Tiket Bus Budiman Bisa via Online

Cerita Dibalik Hp Jadul